Ingat Bahwa Kamu Pernah Terjatuh (22 Mei 2019)


Hai fellas !
I wanna tell you something today

Hari ini aku mendapat tamparan keras

What? Seseorang memukulmu?
Bukan bukan tenang. Aku baik baik saja fisikku baik baik saja

But sebentar

Batinku tertampar

Banyak cruel thing terjadi hari ini
Diagnosis tentang depresi beratku dan social phobia ku yang ternyata juga sama berat
Depresi ku malah diduga jadi dysthymia disorder yang aku sendiripun kesusahan mengejanya
Dan itu menjadi sesi pertama talk dengan text apps professional psikolog berakhir
Aku disarankan mengambil sesi dua.
Dan ya aku masih termenung
Whats going on with me ?
Beberapa bulan ini serch engine ku penuh dengan pertanyaan tentang depresi, psikolog, tapi tenang ku belum berpikir untuk mati.. aku ingin sembuh
Aku sadar its not me aku tidak bahagia jika aku terus seprti ini
Walaupun aku tak tau definisi tepat dari bahagia sesungguhnya  

Setelahnya aku masih tertempar merenung menanggapi keadaan
Kemana aku selama dua bulan ke belakang aku menghilang ditelan bumi dan aku..

Menyesal merasa bodoh tidak berguna
It s all of menyalahkan diri sendiri
Bodoh bodoh bodoh bodoh
kata yang terulang dalam pikiranku
Si bodoh ini sekarang sedang menyesali tindakan bodoh depresinya yang tiba tiba kumat dan tidak bisa dia kendalikan.

Dulu dulu aku selalu bisa mengatasinya.. sekarang aku kalah kalah jatuh terpuruk dan k.o kalau istilah petinju…
Kekelahan beruntun kata ku. Sekarang kau jadi pecundang lagi
Dan pecundang ini sekarang tiba-tiba ingin mengais mengais sisa sisa harapan menuju kemenangan
Mustahil kataku
Tapi pecundang ini masih ingin bahagia.. banyak hal yang bergemuruh di kepala.. banyak hal yang ingin diucapkan tapi tak tau pada siapa.. dan pecundang ini seperti orang yang benar-benar bodoh sekarang.. ingin bicara tapi tak tau pada siapa.. dia malah menulis di sini di blog ini..

Selamat akhirnya dunia tau siapa kamu sebenarnya..

Si bodoh dan pecundang yang kalah perang
Penderita di duga depresi dysthymia dan social phobia..

Si bodoh ini sekarang mungkin akan menyesali tulisan ini suatu hari.. tapi aku ingin pecundang ini berhenti mengolok olok diri sendiri dan bangkit.
Entahlah bagaimana caranya bagaimana respon orang terhadapku
Entahlah 
Aku ingin seperti semula 
baik baik saja sebaik baik baiknya

Komentar