Mengenang Kekalahan Hari Ini


“Mengenang kekalahan hari ini”

Kutukan katanya.. sejak awal gelaran piala dunia 2018
Semua mewanti-mewanti hal yang sama... “Yang menang tahun lalu ga bakal lolos fase grup”
Tapi bagiku hal bodoh namanya belum tanding sudah diprediksi dengan alasan tidak logis..
Masuk grup F dan bersama 3 negara lain yang kala itu bagi saya namanya saya tak tahu gaungnya.. kecuali ya Meksiko karena ada Hernandez si punggawa MU (seingat saya, karena sekarang sudah tidak update mengenai pertandingan grup di liga eropa)
Ya selain nonton team favorit tentu saya nonton pertandingan team lain. Tujuan untuk agar seperti pelatih yakni membaca gaya bermain dan strategi lawan. Berharap besok bisa prediksi permainan kalau team favorit saya lolos ke babak yang lebih jauh dan (sebelumnya) saya percaya itu bisa terjadi. Sambil mengamati semua pertandingan awal semua fase grup, saya melihat banyak nama-nama negara besar yang tersingkir tak tau rimba dan banyak negara baru yang bergabung diluar dugaan saya. Setelah kurang lebih dari dua kali saya mengikuti gelaran akbar ini menurut saya ini piala dunia paling seram dalam artian banyak hal yang tidak bisa saya prediksi dan bikin kaget tentunya. Seperti banyak terciptanya gol dari pinalti di beberapa pertandingan, Ritme pertandingan antar team selalu berat saling menyerang dan kuat, gol yang mahal harganya, bisa kalah cuma gara-gara 1 gol pinalti.

Saya bicarakan sejak awal saya mengamati hampir semua pertandingan fase grup ini, salah satunya tentu pertandingan team favorit saya. Ketika pertama kali menonton pertandingan pertama itu lah saya mulai merasakan hawa buruk ini, hawa kutukan piala dunia itu mungkin terjadi.
Melawan meksiko awalanya saya sudah menduga pasti gerakan permainan meksiko akan cepat, maklumlah negara latin postur kecil gaya bermain pasti tak jauh berbeda dari negara tetangganya. Pikiran saya kala itu bagaimana jerman akan mengahadapi team semacam itu dengan gaya permainan jerman  yang mainnya sukanya oper-operan santai kayak dipantai, hobi mengoper bola untuk memecah konsentrasi lawan dan menata serangan, berhadapan dengan tim yang gerakannya cepat dan agresif. Dan yang terjadi dilapangan kala itu ketika saya nonton saya ingat komentar pertama saya “Ini main bola ga santai amat, Grusa-grusu.” Ya yang terjadi memang sebuah anarkisme saling rebut bola.. kurang ingat saya ball possession kala itu.. tapi seingat saya mereka bermain cukup sengit.
Tapi hal aneh yang saya sadari pertama ketika pertandingan itu adalah........
“Ada apa dengan Timnas German? Siapa sebenarya striker mereka?”
Muller terus bermain oper operan di sayap kanan, Ozil tak tau rimba operannya hari itu, boateng pemain belakang maju sampai ketengah, yang selalu menjadi tulang punggung operan ya si kimmich sampai saya hapal betul, lalu ini siapa sebenarnya yang punya jabatan striker? Kala itu itu yang terbesit dibenak saya..
Benar saja terlalu hobi oper-operan sampai akhirnya kecolongan 1-0 dan tak bisa balas dendam. Kalah dengan meksiko kala itu. Ya bagi saya kala itu masih wajar, anggapan saya mungkin kekalahan ini bisa jadi penyemangat di pertandingan selanjutnya dengan tanggungan resiko tentunya.

Pertandingan selajutnya adalah pertandingan dramatis dengan swedia. Sebelum nonton saya sengaja melihat preview terlebih dahulu, karena hari ini jerman harus menang dan saya ingin lebih tau karakteristik lawan jerman kali ini, maklum saya tidak terlalu banyak tau tentang team swedia ini. Dan ternyata team ini kemarin menyisihkan beberapa negara besar di kualifikasi itu lah yang saya baca. Sedikit ketar-ketir kala itu. Tapi semua terhapuskan ketika saya melihat jerman bermain agresif dipertandingan, dan kali ini permainannya tidak ‘grusa-grusu’ operan-operan khas jerman banyak di mainkan. Tapi tetap hal aneh itu masih terasa, dimana sang striker? itu pertanyaan saya. Sosok striker hilang ditelan umpan-umpan yang akhirnya cuma lewat saja diatas mistar gawang. Saya ingat hari itu ozil tidak diturunkan, entah rencana apa yang disiapkan Bapak Loew.. tapi banyak nama-nama baru kala itu.. mungkin baru bergabung tahun ini. Babak pertama, sistem operan-operan yang mendesak tim lawan itu malah membuahkan kemenangan curi-curi kesempatan.. 1-0 jerman kalah dibabak awal. Nah drama nya terjadi dibabak kedua akhir.. gomez diturunkan ke lapangan hawa striker dari gomez sedikit terasa lah dilapangan dan akhirnya ada gol untuk jerman di dapatkan walaupun bukan dari kaki gomez kala itu. Tapi imbang bukan apa yang jerman ingin dapatkan.. jerman butuh kemenangan untuk sementara membuat dia tidak pulang. Keajaiban akhirnya terjadi dimenit terakhir tendang bebas kroos membuahkan gol, pendukung swedia berbalik menangis. Swedia dipermalukan dan Jerman bisa bernafas lega kala itu. Tinggal satu pertandingan lagi.

Pertandingan kekalah akhirnya datang.. jerman melawan korea selatan.. statistik rendah untuk korea bisa menang. Jerman diunggulkan. Dan ya hal itu terbukti lewat ball possession utuh dipegang timnas jerman, sejak babak pertama walaupun awalnya korea sempat agresif di awal permainan. Ya tentu saja hal ini disebabkan gaya bermain korea yang ya menurutku ‘grusa-grusu’, alhasil banyak kartu kuning yang mereka dapat. Sebenarnya gaya bermain korea itu tidak meruntuhkan pendirian saya, saya yakin kalau jerman bisa menang. Hanya saja saya kembali menjumpai pertanyaan yang sama, dimana sang striker? itu pertanyaan saya. Operan sudah mantap tapi tidak pernah sampai ke gawang lawan, sampainya ke tangan kiper korea terus-terusan. Dan akhirnya Malapetaka terjadi.. timnas jerman mulai goyah dimenit-menit terakhir, operan tidak stabil.. kecolongan lawan berulang kali. Mungkin karena mereka tau pertandingan sebelah 2-0 meksiko dikalahkan swedia.. swedia amok nampaknya. Artinya jika hari ini jerman tak menang dia akan pulang. Mungkin bisa jadi pemain goyah karena itu. Gol tercipta karen kegoyahan itu dan gol lain juga tercipta sebuah gol tanpa kiper.. Nuer maju dan kecolongan.. gawang kosong. Akhirnya semua pemain sudah tidak konsen, rasanya saya juga yang nonton ikut lemes, sudah hampir nangis.. sudah menit tambahan kala itu. Mimpi namanya kalau kita bisa menang. Dan ya kita memang kalah. Tersingkir dari fase grup begitu saja. Kutukan itu terjadi. Tapi kala itu tidak terbesit dipikiran saya untuk marah pada nuer yang meninggalkan gawangnya atau pada striker saya yang hilang ditelan bumi. Yang terbesit hanya sepak bola memang tega.. yang menang bukan yang menguasai lapangan yang menang adalah yang memasukkan bola ke gawang lawan. Tidak respect sebenarnya saya dengan kemenangan semacam ini.. tapi ya ini lah sepakbola. Saya tidak malu dengan kekalahan ini, biarlah mereka yang Cuma nonton skor membual soal kekalahan kami, tapi yang nonton pasti tau bagaimana cara menilai kekalahan ini. Dan mungkin pesan saya buat timnas jerman.. temukan dan latih bibit pemain yang peluang menciptakan gol yang tinggi dan tidak egois tentunya.. agar selain pintar bikin operan-operan yang cantik dia juga bisa bobol gawang lawan juga.

See you next time in Europe 2020 dan World Cup 2022  Kalah itu cambuk! Ingat world cup 2010 ! balaskan dendam yang sama di world cup selanjutnya...

Komentar